50 Perempuan dan Penyandang Disabilitas Ikuti Pelatihan Pengolahan Pelepah Pisang

By Admin Utama
07 Mei 2026, 12:27:42 WIB Daerah
50 Perempuan dan Penyandang Disabilitas Ikuti Pelatihan Pengolahan Pelepah Pisang

Keterangan Gambar : Kepala DPKUKM Cilacap Oktriviyanto Subekti menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada peserta difabel yang mengikuti pelatihan pengolahan serat dan vegan leather berbahan pelepah pisang di Gedung Sumekar (PKK) Cilacap, Rabu (6/5/2026). Dok. Diskominfo Cilacap


Cilacap, infojateng.id – ​ Limbah pelepah pisang yang selama ini kerap dianggap tak bernilai, kini mulai dilirik sebagai peluang ekonomi baru. Melalui pelatihan pengolahan serat dan vegan leather berbahan pelepah pisang, puluhan perempuan dan penyandang disabilitas di Cilacap didorong menjadi pelaku usaha mandiri berbasis potensi lokal.

Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan yang digelar di Gedung Sumekar (PKK) Cilacap, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini digelar oleh BAZNAS Cilacap bekerja sama dengan Yayasan Dipa Mandiri Nusantara Cilacap, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala DPKUKM Cilacap Oktriviyanto Subekti, perwakilan Dinas Sosial PPPA Kabupaten Cilacap, Disnakerin Kabupaten Cilacap, Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap, serta perwakilan BAZNAS Jawa Tengah dan sejumlah daerah tetangga.

Baca Lainnya :

Wakil Ketua III BAZNAS Cilacap, Khakimatusodiqoh, mengatakan bahwa pengolahan pelepah pisang menjadi produk kerajinan bernilai tinggi merupakan bentuk transformasi yang sarat makna. Terlebih Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, termasuk pohon pisang yang mudah ditemukan.

“Pelepah pisang bisa menjadi karya berkualitas jika disentuh kreativitas dan kemauan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa dana zakat yang disalurkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata dia.

Ketua Yayasan Dipa Mandiri Nusantara, Sugeng Paijo, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga membuka akses pasar bagi peserta.

Menurut dia, sekitar 90 persen pelepah pisang selama ini belum termanfaatkan secara optimal dan belum masuk dalam rantai industri. Di sisi lain, perempuan dan penyandang disabilitas masih menghadapi keterbatasan akses kerja.

“Ini peluang besar. Produk ramah lingkungan terus tumbuh, bahkan mencapai sekitar 14 persen per tahun, tidak hanya di pasar nasional tetapi juga internasional,” ujar Sugeng.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Cilacap yang diwakili Kepala DPKUKM, Oktriviyanto Subekti, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kreativitas.

“Pelepah pisang yang selama ini dianggap limbah ternyata bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Ini bukti bahwa inovasi mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kemandirian,” ujar Subekti.

Pada kegiatan ini peserta juga mendapatkan bantuan peralatan produksi. Ke depan, Yayasan Dipa Mandiri Nusantara berkomitmen menyerap hasil karya peserta untuk dipasarkan. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa kelompok rentan tidak hanya menjadi objek bantuan, tetapi dapat benar-benar berdaya dan mandiri. (eko/redaksi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment