- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
50 Perempuan dan Penyandang Disabilitas Ikuti Pelatihan Pengolahan Pelepah Pisang

Keterangan Gambar : Kepala DPKUKM Cilacap Oktriviyanto Subekti menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada peserta difabel yang mengikuti pelatihan pengolahan serat dan vegan leather berbahan pelepah pisang di Gedung Sumekar (PKK) Cilacap, Rabu (6/5/2026). Dok. Diskominfo Cilacap
Cilacap, infojateng.id – Limbah pelepah pisang yang selama ini kerap dianggap tak bernilai, kini mulai dilirik sebagai peluang ekonomi baru. Melalui pelatihan pengolahan serat dan vegan leather berbahan pelepah pisang, puluhan perempuan dan penyandang disabilitas di Cilacap didorong menjadi pelaku usaha mandiri berbasis potensi lokal.
Sebanyak 50
peserta mengikuti pelatihan yang digelar di Gedung Sumekar (PKK) Cilacap, Rabu
(6/5/2026). Kegiatan ini digelar oleh BAZNAS Cilacap bekerja sama dengan
Yayasan Dipa Mandiri Nusantara Cilacap, serta melibatkan berbagai pemangku
kepentingan daerah.
Hadir dalam
kegiatan tersebut antara lain Kepala DPKUKM Cilacap Oktriviyanto Subekti,
perwakilan Dinas Sosial PPPA Kabupaten Cilacap, Disnakerin Kabupaten Cilacap,
Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap, serta perwakilan BAZNAS Jawa Tengah dan
sejumlah daerah tetangga.
Baca Lainnya :
- Petugas Haji Diminta Siap Fisik dan Mental Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci0
- Gerakan Run for Rivers, Cara Ahmad Luthfi Bersih-Bersih Sampah Bersama Masyarakat0
- Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Baterai Tower di Pakis Aji0
- Jadi Tersangka, Polisi Buru Pengasuh Ponpes Cabuli Santri di Pati0
- Pasar Induk Rembang Siap Dibangun, Pemkab Rampungkan Seluruh Persyaratan0
Wakil Ketua
III BAZNAS Cilacap, Khakimatusodiqoh, mengatakan bahwa pengolahan pelepah
pisang menjadi produk kerajinan bernilai tinggi merupakan bentuk transformasi
yang sarat makna. Terlebih Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat
melimpah, termasuk pohon pisang yang mudah ditemukan.
“Pelepah
pisang bisa menjadi karya berkualitas jika disentuh kreativitas dan kemauan.
Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa dana zakat yang disalurkan
mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata dia.
Ketua
Yayasan Dipa Mandiri Nusantara, Sugeng Paijo, menegaskan bahwa pelatihan ini
tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga membuka akses pasar bagi
peserta.
Menurut dia,
sekitar 90 persen pelepah pisang selama ini belum termanfaatkan secara optimal
dan belum masuk dalam rantai industri. Di sisi lain, perempuan dan penyandang
disabilitas masih menghadapi keterbatasan akses kerja.
“Ini peluang
besar. Produk ramah lingkungan terus tumbuh, bahkan mencapai sekitar 14 persen
per tahun, tidak hanya di pasar nasional tetapi juga internasional,” ujar Sugeng.
Pelaksana tugas
(Plt) Bupati Cilacap yang diwakili Kepala DPKUKM, Oktriviyanto Subekti,
menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam
memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kreativitas.
“Pelepah
pisang yang selama ini dianggap limbah ternyata bisa diolah menjadi produk
bernilai ekonomi tinggi. Ini bukti bahwa inovasi mampu membuka peluang usaha
dan meningkatkan kemandirian,” ujar Subekti.
Pada
kegiatan ini peserta juga mendapatkan bantuan peralatan produksi. Ke depan,
Yayasan Dipa Mandiri Nusantara berkomitmen menyerap hasil karya peserta untuk
dipasarkan. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa kelompok rentan tidak hanya
menjadi objek bantuan, tetapi dapat benar-benar berdaya dan mandiri. (eko/redaksi)











