- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gerakan Run for Rivers, Cara Ahmad Luthfi Bersih-Bersih Sampah Bersama Masyarakat

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Sekda Sumarno ikut meramaikan gerakan Run for Rivers dengan bersih-bersih sungai di Kota Pekalongan, Kamis (7/5/2026).
Pekalongan, infojateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno ikut meramaikan gerakan Run for Rivers di Kota Pekalongan, Kamis (7/5/2026).
Pekalongan merupakan salah satu kota yang disinggahi
oleh organisasi nirlaba Sungai Watch dalam kampanye "Lari 1.200KM dari
Bali ke Jakarta" untuk bersih-bersih sungai.
Melalui gerakan itu, Ahmad Luthfi bersama masyarakat
melakukan bersih-bersih sungai di daerah setempat. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan orang
dari berbagai kalangan, mulai dari pelari, masyarakat umum, hingga pejabat
publik.
Baca Lainnya :
- Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Baterai Tower di Pakis Aji0
- Jadi Tersangka, Polisi Buru Pengasuh Ponpes Cabuli Santri di Pati0
- Pasar Induk Rembang Siap Dibangun, Pemkab Rampungkan Seluruh Persyaratan0
- Masuk Masa Integrasi, Warga Binaan Rutan Kelas IIA Pekalongan Bisa Pulang dengan “Manji Keren”0
- Penguatan Posyandu Disebut Jadi Kunci Tekan Stunting di Temanggung0
Kegiatan ini dimulai dengan lari dari Lapangan Mataram
Kota Pekalongan, rombongan yang dipimpin oleh tiga bersaudara asal Perancis
yakni Sam Benchegib, Gary Benchegib, dan Kelly Benchegib menuju ke Jalan
Sulawesi kota setempat.
Di sana, peserta ikut bersih-bersih tumpukan sampah
yang ada di aliran sungai daerah Kergon, Kota Pekalongan. Setelah membersihkan
sungai, rombongan melanjutkan lari menuju ke Museum Batik.
Luthfi menyatakan, pegiat organisasi Sungai Watch ini
menjadi pemicu (trigger) untuk bersama-sama memerangi sampah di wilayahnya.
“Zero sampah merupakan prioritas kita. Presiden
Prabowo Subianto telah menargetkan Jawa Tengah zero sampah tahun 2028,"
kata dia.
Ia menjelaskan, timbunan sampah di Jawa Tengah saat
ini sekitar 6,3 juta ton. Dari jumlah itu, baru 30 persen sampah yang dapat
diolah, sisanya belum bisa diolah.
Maka dari itu, Pemprov Jateng telah menyiapkan peta
jalan penyelesaian masalah sampah tersebut. Di antaranya melalui tempat
pengolahan sampah menggunakan ssistem refuse derived fuel (RDF) atau pengolahan
sampah menjadi energi alternatif, pengolahan sampah sistem aglomerasi meliputi
Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya, serta pengolahan sampah
regional di Soloraya dan Magelang Raya.
"Pemerintah Provinsi tidak bisa bekerja sendiri,
maka seluruh kabupaten/kota kita dorong untuk membuat MoU guna mereduksi
simpul-simpul sampah," katanya.
Dalam pengelolaan sampah, lanjut Luthfi, yang perlu
didorong adalah menggerakkan kesadaran masyarakat untuk mulai memilih dan
memilah sampah dari rumah. Penyelesaian dari hulu tersebut harus berjenjang,
mulai rumah tangga, tingkat RT dan RW, kemudian desa/kelurahan.
"Kita harus menangani sampah itu dengan
komprehensif. Dari mulai hulu hingga hilir itu harus kita selesaikan,"
jelasnya.
Sementara itu, salah satu founder Sungai Watch, Sam
Benchegib, mengatakan pada hari ke-41 lari Bali ke Jakarta tersebut sangat
istimewa karena Gubernur Ahmad Luthfi, Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan
Djunaid, dan Plt Bupati Pekalongan Sukirman dapat meramaikan. Juga ratusan
orang dari berbagai komunitas.
"Ini lari untuk menjaga sungai di Indonesia.
Sampai sekarang semua sungai di Indonesia ada sampahnya. Semoga perjalanan ini
bisa menginspirasi pemerintah untuk membersihkan sungai," kata Sam
Benchegib.
Sungai Watch saat ini sudah beroperasi di Bali dan
Jawa Timur, Sam menyampaikan keinginannya untuk bisa beroperasi di wilayah Jawa
Tengah. Sudah ada obrolan dengan Gubernur Ahmad Luthfi agar Sungai Watch
beroperasi di Jawa Tengah dan akan difasilitasi.
"Gubernur bilang mau kasih kantor. Yayasan Sungai
Watch ini kecil jadi harus kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas.
Kolaborasi ini akan bagus sekali," katanya.
Ia kemudian memaparkan bagaimana kondisi sungai di
Jawa Tengah yang mereka temui selama berlari. Hampir semua sungai dari Blora
sampai Pekalongan banyak sampahnya. Di antaranya Demak, Kudus, Pekalongan juga
sangat kotor.
"Ini masalah kita semua. Jadi harus berpikir apa
solusinya,” ucapnya. (eko/redaksi)











