- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
BPBD Jateng Tutup Tanggul Jebol Sungai Silandak, Penanganan Jangka Panjang Disiapkan

Semarang, Infojateng.id – BPBD Provinsi Jawa Tengah telah menutup tanggul jebol Sungai Silandak yang memicu banjir di wilayah Semarang Barat dan Ngaliyan, Kota Semarang. Penanganan lanjutan dan jangka panjang kini masih dikoordinasikan lintas instansi.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan pihaknya sebenarnya sudah melakukan antisipasi sejak 8 Mei 2026 dengan memasang talut darurat di lokasi. Namun, talut tersebut hanyut diterjang arus deras dan material pasir saat banjir terjadi.
“Hari ini kami melakukan pengecekan lokasi dan penanganan darurat. Untuk penanganan jangka panjang masih kami koordinasikan,” kata Bergas, Sabtu (16/5/2026).
Baca Lainnya :
- 6.271 Koperasi Merah Putih di Jateng Beroperasi, 2.769 Gedung Telah Terbangun0
- Diduga Mabuk dan Nekat Terjun dari Jembatan Jurug, Pria Asal Karanganyar Diselamatkan Polisi0
- COD di Facebook Jadi Jalan Polisi Bongkar Komplotan Curanmor Margorejo0
- Pakta Integritas atau Tekanan? Dosen Univet Sukoharjo Soroti Kebijakan Kampus0
- Bupati Batang Menata Ribuan RTLH Jadi Hunian Layak0
BPBD Jateng juga berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana terkait penanganan tanggul dan langkah teknis lanjutan.
Sebelumnya, hujan deras pada Jumat (15/5/2026) malam menyebabkan Sungai Silandak di wilayah Purwoyoso, Ngaliyan, meluap dan merendam sejumlah permukiman, termasuk kawasan Mangkang. Dua warga dilaporkan meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan duka cita atas musibah tersebut dan meminta seluruh jajaran bergerak cepat membantu warga terdampak serta memaksimalkan pencarian korban.
“Kami akan memastikan penanganan jangka pendek maupun jangka panjang dilakukan serius demi melindungi warga,” tegasnya. (one/redaksi)











