- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Bupati Batang Menata Ribuan RTLH Jadi Hunian Layak

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Batang Tatang Sontani saat ditemui di kantornya, Rabu (13/5/2026). Dok. Diskominfo Batang
Batang, infojateng.id - Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Batang kembali tancap gas menggulirkan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) demi memastikan warga kurang mampu bisa tidur dengan nyenyak di bawah atap yang kokoh.
Pasalnya, di bawah kepemimpinan Bupati Batang M. Faiz
Kurniawan, peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui hunian yang layak
menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
Meski tantangan di depan mata tergolong besar,
semangat Pemkab Batang tidak surut. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan
Permukiman (DPRKP) Batang Tatang Sontani, mengungkapkan bahwa tahun ini
sebanyak 161 unit rumah warga akan disulap menjadi lebih layak melalui kucuran
dana Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD).
Baca Lainnya :
- 3.337 Urusan Warga Batang Tuntas di MPP, Berikut Layanan yang Jadi Primadona0
- Guru di Batang Jadikan AI Sahabat Edukatif, Ini Trik yang Digunakan0
- BRIN Siap Dukung Peningkatan Mutu Kelengkeng Khas Batang0
- Boyolali Terima Penghargaan Terbaik I Jateng Energy Transition Award Tahun 20260
- Polisi Terima Tambahan Laporan Dugaan TPKS di Ponpes Ndolo Kusumo Pati0
Tatang menyampaikan bahwa program ini tersebar di
hampir seluruh wilayah di Kabupaten Batang. Setiap rumah mendapatkan alokasi
bantuan sebesar Rp18,5 juta.
“Alhamdulillah, satu unit itu nilainya Rp18,5 juta.
Skemanya, Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja dan sisanya murni untuk pengadaan
material,” kata Tatang saat ditemui di kantornya, Rabu (13/5/2026).
Walaupun nominal bantuan ini masih sama dengan tahun
sebelumnya, Pemkab Batang memastikan setiap rupiahnya terserap efektif untuk
memperbaiki kerusakan struktural rumah warga.
Tugas besar menanti Bupati Batang M. Faiz Kurniawan
dan timnya. Saat ini, tercatat masih ada sekitar 14.000 unit rumah di Kabupaten
Batang yang masuk dalam kategori tidak layak huni. Namun, Tatang menekankan
bahwa angka ini sangat dinamis.
“Yang belum tersentuh ada sekitar 14.000-an. Itu bisa
jadi tambah, bisa jadi kurang. Karena RTLH itu karakter penghuni ya. Bisa jadi
anaknya sukses kerja di luar negeri lalu membangunkan rumah orang tuanya, atau
sebaliknya, ada warga yang jatuh miskin karena bencana,” jelasnya.
Menyadari keterbatasan APBD jika harus menangani
14.000 rumah sendirian, Pemkab Batang melakukan langkah proaktif. Sesuai arahan
bupati, jajaran DPRKP mulai melakukan "jemput bola" dengan sowan ke
kementerian dan berkoordinasi intens dengan Pemerintah Provinsi.
Tatang juga menyebutkan, upaya ini mulai membuahkan
titik terang. Setelah melakukan kunjungan ke kementerian terkait, Batang
diproyeksikan akan mendapatkan tambahan bantuan dari pusat.
“Kalau Pusat itu kemarin kita sowan ke Pak Menteri,
itu rata-rata nanti semua Kabupaten/Kota dapat sekitar 200 unit. Kita terus
berupaya ke Kementerian dan Provinsi untuk mempercepat pengurangan jumlah RTLH
ini,” tegasnya.
Bagi warga yang ingin mengajukan bantuan, Pemkab
Batang menerapkan sistem perencanaan n-1. Artinya, rumah yang diperbaiki tahun
ini merupakan hasil verifikasi dan perencanaan dari tahun sebelumnya.
“Langkah ini diambil agar bantuan yang disalurkan oleh
Bupati Batang benar-benar tepat sasaran, memiliki data administrasi yang kuat,
dan memberikan dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan ekstrem di Bumi Alas
Roban,” tandasnya. (eko/redaksi)











