- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Guru di Batang Jadikan AI Sahabat Edukatif, Ini Trik yang Digunakan

Keterangan Gambar : Ketua penyelenggara Dinok Sudiami memberikan sambutan saat Workshop Artificial Intelligence di Aula SMPN 1 Batang, Rabu (13/5/2026). Dok. Diskominfo Batang
Batang, infojateng.id - Sebanyak 65 guru dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK, berkumpul untuk menjinakkan teknologi Artificial Intelligence (AI), dengan trik khusus, di Aula SMPN 1 Batang, Kabupaten Batang, Rabu (13/5/2026).
Ketua penyelenggara, Dinok Sudiami menjelaskan
workshop ini diinisiasi atas kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Kendal
Batang (UMKABA) dan APKS PGRI Kabupaten Batang.
Untuk menuju masa depan, para pendidik ditantang untuk
mengubah pandangan bahwa AI akan menggantikan peran guru.
Baca Lainnya :
- BRIN Siap Dukung Peningkatan Mutu Kelengkeng Khas Batang0
- Boyolali Terima Penghargaan Terbaik I Jateng Energy Transition Award Tahun 20260
- Polisi Terima Tambahan Laporan Dugaan TPKS di Ponpes Ndolo Kusumo Pati0
- Cak Ulil Apresiasi Kinerja Polresta Pati dan Media Kawal Kasus TPKS0
- Jateng Segera Terapkan RTRW Target 87 Persen LBS untuk LP2B, Melanggar Kena Sanksi0
“Sebaliknya, AI hadir sebagai "asisten
super" yang siap meringankan beban kerja mereka guna mempermudah
administrasi dan memperkaya proses pembelajaran di kelas,” jelas Dinok.
Sementara Ketua PGRI Batang M. Arief Rohman
menekankan, bahwa guru di Batang tidak boleh gagap teknologi. Para guru harus
berupaya menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi saat ini.
Hadir pula sebagai bintang tamu, pakar dari Tim
Pengembang Kurikulum Provinsi Jawa Tengah, Utomo, membedah tuntas bagaimana AI
bisa menjadi solusi nyata. Menurutnya, AI bukan untuk membuat malas, tapi untuk
membuat guru lebih strategis.
“Jika administrasi bisa selesai dalam hitungan menit
berkat bantuan AI, maka guru punya waktu lebih banyak untuk fokus pada sisi
kemanusiaan murid, yakni karakter dan empati,” tutur Utomo.
Dalam sesi praktik, para peserta diajak melakukan dua
hal besar yakni Otomasi Administrasi, menggunakan alat AI untuk menyusun modul
ajar dan asesmen secara cepat namun tetap akurat dan Inovasi Pembelajaran:
Menciptakan konten belajar interaktif yang mampu membuat murid betah di kelas
tanpa merasa sedang "dicekoki" teori.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi
sekolah-sekolah di Kabupaten Batang untuk mulai mengintegrasikan teknologi
secara bijak.
“AI mungkin punya algoritma, tapi guru punya hati. Dan
ketika keduanya berpadu, kualitas pendidikan anak bangsa adalah pemenangnya,”
pungkasnya. (eko/redaksi)











