Guru di Batang Jadikan AI Sahabat Edukatif, Ini Trik yang Digunakan

By Admin Utama
15 Mei 2026, 04:43:04 WIB Pendidikan
Guru di Batang Jadikan AI Sahabat Edukatif, Ini Trik yang Digunakan

Keterangan Gambar : Ketua penyelenggara Dinok Sudiami memberikan sambutan saat Workshop Artificial Intelligence di Aula SMPN 1 Batang, Rabu (13/5/2026). Dok. Diskominfo Batang


Batang, infojateng.id - Sebanyak 65 guru dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK, berkumpul untuk menjinakkan teknologi Artificial Intelligence (AI), dengan trik khusus, di Aula SMPN 1 Batang, Kabupaten Batang, Rabu (13/5/2026).

Ketua penyelenggara, Dinok Sudiami menjelaskan workshop ini diinisiasi atas kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) dan APKS PGRI Kabupaten Batang.

Untuk menuju masa depan, para pendidik ditantang untuk mengubah pandangan bahwa AI akan menggantikan peran guru.

Baca Lainnya :

“Sebaliknya, AI hadir sebagai "asisten super" yang siap meringankan beban kerja mereka guna mempermudah administrasi dan memperkaya proses pembelajaran di kelas,” jelas Dinok.

Sementara Ketua PGRI Batang M. Arief Rohman menekankan, bahwa guru di Batang tidak boleh gagap teknologi. Para guru harus berupaya menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi saat ini.

Hadir pula sebagai bintang tamu, pakar dari Tim Pengembang Kurikulum Provinsi Jawa Tengah, Utomo, membedah tuntas bagaimana AI bisa menjadi solusi nyata. Menurutnya, AI bukan untuk membuat malas, tapi untuk membuat guru lebih strategis.

“Jika administrasi bisa selesai dalam hitungan menit berkat bantuan AI, maka guru punya waktu lebih banyak untuk fokus pada sisi kemanusiaan murid, yakni karakter dan empati,” tutur Utomo.

Dalam sesi praktik, para peserta diajak melakukan dua hal besar yakni Otomasi Administrasi, menggunakan alat AI untuk menyusun modul ajar dan asesmen secara cepat namun tetap akurat dan Inovasi Pembelajaran: Menciptakan konten belajar interaktif yang mampu membuat murid betah di kelas tanpa merasa sedang "dicekoki" teori.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Batang untuk mulai mengintegrasikan teknologi secara bijak.

“AI mungkin punya algoritma, tapi guru punya hati. Dan ketika keduanya berpadu, kualitas pendidikan anak bangsa adalah pemenangnya,” pungkasnya. (eko/redaksi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment