- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Heboh Dugaan Kebocoran Data BNI, Nasabah Mengaku Diteror Pesan Penipuan
Heboh Dugaan Kebocoran Data BNI, Nasabah Mengaku Diteror Pesan Penipuan
JAKARTA — Jagat media sosial dihebohkan dengan dugaan kebocoran data nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Isu ini mencuat setelah beredar unggahan yang menyebut sekitar 1,5 terabyte data nasabah diduga diperjualbelikan di forum dark web oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Data yang diklaim bocor disebut mencakup berbagai informasi sensitif, mulai dari nomor telepon, dokumen identitas, hingga data perbankan. Bahkan, dalam unggahan yang beredar, pelaku diduga membagikan sebagian data sebagai sampel untuk menarik calon pembeli.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran publik terkait keamanan data pribadi di tengah meningkatnya penggunaan layanan perbankan digital di Indonesia.
Tak sedikit netizen mengaku mulai menerima pesan WhatsApp hingga telepon mencurigakan yang mengatasnamakan pihak bank. Modus yang digunakan beragam, mulai dari permintaan kode OTP, verifikasi rekening, hingga tautan palsu yang diduga mengarah pada aksi phishing.
Selain itu, hasil penelusuran digital yang beredar di media sosial juga memperlihatkan dugaan data akses internal yang dikaitkan dengan sistem tertentu milik BNI. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian resmi terkait validitas keseluruhan data tersebut.
Apabila dugaan kebocoran ini benar terjadi, para pengamat menilai ancamannya dapat berdampak besar terhadap keamanan digital masyarakat. Penyalahgunaan identitas, pembobolan rekening, hingga meningkatnya kejahatan siber menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
Publik kini menunggu langkah transparan dan tindakan konkret dari pihak terkait guna memastikan keamanan data nasabah tetap terjaga serta mencegah potensi penyalahgunaan lebih lanjut.










