- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Menjelang Waisak 2026, Momentum Kerek Ekonomi Kawasan Candi Borobudur

Keterangan Gambar : Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kota Semarang, Rabu (13/5/2026).
Semarang, infojateng.id - Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 diperkirakan akan mengerek aktivitas ekonomi di kawasan sekitar Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sebab, puluhan ribu orang direncanakan akan meramaikan puncak acara tersebut.
Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi)
Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, mengatakan, antusiasme umat Buddha untuk
mengikuti Waisak tahun ini sangat tinggi. Hingga pertengahan Mei, jumlah
peserta yang terdaftar sudah mencapai sekitar 23 ribu orang dari berbagai
wilayah di Indonesia.
“Peserta datang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,
Bali, NTB, Jakarta, Banten, dan paling banyak dari Jawa Tengah,” ujar Tanto.
Baca Lainnya :
- Pesan Gubernur Luthfi kepada Kader Banser saat Susbanpim0
- Haru Rohmiyati Dapat Bantuan RTLH dari Pemprov Jateng0
- Semangat Gotong Royong Demi Wujudkan Rumah Layak di Jateng0
- Tambang Andesit Disulap Jadi Agrowisata, Reklamasi Hijau di Kabupaten Semarang Jadi Contoh0
- Di Hari Bumi, Wagub Jateng Minta Percepatan Transisi Energi Baru Terbarukan0
Namun demikian, jumlah pengunjung diperkirakan masih
akan bertambah signifikan, terutama saat malam pelepasan lampion.
“Biasanya pada hari H masih banyak yang datang
langsung. Saat pelepasan lampion bisa bertambah hampir 10 ribu orang lagi,”
katanya.
Lonjakan kunjungan itu disebut sudah mulai terasa di
kawasan Borobudur dan sekitarnya. Hotel, homestay, hingga penginapan milik
warga dilaporkan hampir penuh sejak jauh hari.
“Dampaknya tentu besar untuk masyarakat, mulai hotel,
homestay, warung makan, restoran, semuanya akan ramai menjelang Waisak,”
ujarnya.
Menurut Tanto, momentum libur panjang pada akhir Mei
juga menjadi faktor yang membuat Waisak tahun ini diprediksi lebih ramai
dibanding tahun sebelumnya.
Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna
Murdaya, mengatakan, dukungan Gubenur Jateng, Ahmad Luthfi, selama ini menjadi
bagian penting dalam kelancaran penyelenggaraan Waisak Nasional.
“Pak Gubernur pernah ikut sebelumnya, dan tahun ini
senang akan hadir juga,” ujarnya seusai audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah,
Ahmad Luthfi, di Kota Semarang, Rabu (13/5/2026).
Rangkaian Waisak sendiri sebenarnya telah dimulai
sejak awal Mei. Namun, kegiatan besar akan berlangsung pada 23-24 Mei melalui
bakti sosial kesehatan gratis di Borobudur dengan target melayani sekitar 10
ribu pasien.
Selain kegiatan sosial, panitia juga menyiapkan
sejumlah ritual sakral yang menjadi tradisi tahunan Waisak. Pada 29 Mei akan
dilakukan pengambilan Api Dharma dari Mrapen, Grobogan, dilanjutkan pengambilan
Air Berkah dari Umbul Jumprit pada 30 Mei.
Karuna menjelaskan, salah satu hal yang menjadi
perhatian tahun ini adalah perjalanan para Bhikkhu Thudong yang berjalan kaki
dari Bali menuju Borobudur sejauh sekitar 660 kilometer.
“Tahun ini ada 60 bhikkhu yang ikut, terdiri dari 50
bhikkhu asing dan 10 lokal,” katanya.
Puncak perayaan Waisak akan berlangsung pada 31 Mei
2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, detik-detik Waisak tahun ini jatuh
pada sore hari, tepat pukul 15.44 WIB. Karena itu, susunan acara juga mengalami
penyesuaian.
Prosesi akan dimulai sejak pagi hari dari Candi Mendut
menuju Candi Borobudur. Setelah detik-detik Waisak berlangsung pada sore hari,
pelepasan lampion perdamaian akan dibagi dalam dua sesi mulai pukul 18.30 WIB,
kemudian dilanjutkan sendratari pada malam hari.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi,
menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap penyelenggaraan Waisak
Nasional 2026 sebagai agenda keagamaan nasional yang strategis.
Menurutnya, Waisak tidak hanya menjadi perayaan
spiritual umat Buddha, tetapi juga simbol kuat toleransi, persatuan, dan
moderasi beragama di Indonesia.
Pemprov Jawa Tengah, lanjut dia, mendukung seluruh
rangkaian kegiatan mulai dari bakti sosial kesehatan, ritual spiritual, hingga
prosesi puncak Waisak di Borobudur.
Ahmad Luthfi juga memastikan akan hadir dalam
rangkaian kegiatan Waisak di Borobudur. (eko/redaksi)











