- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gubernur Luthfi Tawari Investor Tiongkok Proyek Energi Hijau dan Sampah Listrik di Jateng
Keterangan Gambar: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia dalam rangka Program DBA Entrepreneur Scholar CKGSB Angkatan 12 di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (22/5/2026) malam.
Jakarta, infojateng.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali agresif memburu investasi asing. Di hadapan puluhan pengusaha asal Tiongkok, ia menawarkan peluang investasi besar di sektor energi baru terbarukan (EBT) hingga pengolahan sampah menjadi energi listrik di Jawa Tengah.
Promosi itu dilakukan Ahmad Luthfi saat menghadiri
Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia dalam rangka Program DBA
Entrepreneur Scholar Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) Angkatan
12 di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (22/5/2026) malam.
Forum ini dihadiri sejumlah investor dan pimpinan
perusahaan besar asal Tiongkok yang telah menanamkan modal di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menegaskan Jawa
Tengah terus membuka diri terhadap investasi global. Menurutnya, posisi
geografis, kesiapan kawasan industri, dan pertumbuhan ekonomi menjadikan Jawa
Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Tiongkok dan seluruh
negara kami undang ke Provinsi Jawa Tengah karena dari segi geologi, strategi,
dan tipologi menjadi hub ekonomi,” kata Luthfi.
Ia memaparkan, realisasi investasi di Jawa Tengah
sepanjang 2025 mencapai Rp 110,02 triliun. Nilai tersebut terdiri atas
penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun, penanaman modal dalam
negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun, serta UMKM Rp 21,52 triliun.
Sementara pada triwulan I 2026, investasi di Jawa
Tengah telah menembus Rp 23,02 triliun dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,89
persen.
Menurut Luthfi, saat ini Jawa Tengah memiliki tujuh
kawasan industri dan ekonomi khusus yang telah berjalan. Selain itu, sebanyak
12 daerah tengah menyiapkan kawasan industri dan ekonomi khusus baru untuk
mendukung pemerataan investasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Tiongkok menjadi salah satu negara asal investasi
tertinggi di Jawa Tengah, nilainya mencapai sekitar Rp 10,13 triliun,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi juga menawarkan
sedikitnya tujuh proyek energi baru terbarukan yang siap dikerjasamakan dengan
investor. Proyek itu meliputi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS),
mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, waste to energy, hingga panas bumi atau
geothermal.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serius
mengembangkan energi ramah lingkungan sekaligus menyelesaikan persoalan sampah
melalui investasi teknologi pengolahan modern.
“Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi
pengolahan sampah di Jawa Tengah sehingga akan membantu kami dalam rangka
energi terbarukan,” katanya.
Sementara itu, CEO PT WOOK Global Technology, Cu
Longhua, mengatakan, forum tersebut mempertemukan banyak pengusaha lintas
sektor dengan potensi kerja sama yang besar antara Indonesia dan Tiongkok.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang hadir memiliki
keunggulan di bidang perlindungan lingkungan, pengolahan limbah padat, energi
baru, teknologi digital, manufaktur berteknologi tinggi, hingga pertanian
modern.
“Saat ini Presiden Prabowo sangat serius mendorong
pengelolaan sampah menjadi pembangkit listrik. Kami adalah perusahaan terkemuka
di industri ini di Tiongkok,” ujarnya.
Hal senada disampaikan CEO AAC Technologies Holdings,
Benjamin Pan. Ia menilai Indonesia, khususnya Jawa Tengah, memiliki potensi
besar sebagai pusat pertumbuhan industri dan manufaktur di Asia Tenggara.
Menurut Benjamin, pengusaha Tiongkok siap membawa
teknologi, modal, dan sumber daya industri untuk dikolaborasikan dengan potensi
pasar Indonesia.
“Kami melihat kemungkinan kolaborasi yang tak terbatas. Kami ingin bersama-sama mendukung pembangunan industri berkualitas tinggi di Indonesia,” kata Benjamin. (eko/redaksi)










